Kota Pekalongan (Humas) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Seleksi Calon Pendamping Mustahik Produktif Tahap I di Hotel Aston Syariah Kota Pekalongan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 97 peserta yang menjalani tahapan seleksi tertulis dan wawancara sebagai bagian dari upaya memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat produktif.
Zakat sebagai Pilar Ekonomi Umat
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, hadir memberikan sambutan mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis sebagai instrumen ekonomi umat yang mampu menjadi solusi konkret dalam pengentasan kemiskinan. Kementerian Agama, lanjutnya, berkomitmen mendukung BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, khususnya melalui transformasi program dari pola konsumtif menuju pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.

Peran Kunci Pendamping Mustahik
Ia juga menyoroti bahwa proses mengubah mustahik menjadi muzakki bukan sekadar persoalan bantuan modal. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari perubahan pola pikir, peningkatan keterampilan, hingga pendampingan yang konsisten di lapangan. Dalam konteks tersebut, keberadaan pendamping mustahik produktif menjadi kunci keberhasilan program.
“Peran pendamping sangat strategis. Mereka bukan hanya bertugas mendampingi, tetapi juga menjadi motivator yang membangkitkan semangat, edukator dalam pengelolaan usaha, serta katalisator yang membuka akses pasar bagi mustahik,” ujarnya.
Seleksi Ketat dan Kompetitif
Ia menambahkan, seleksi ini menjadi tahapan krusial untuk menjaring sumber daya manusia yang unggul secara intelektual. Selain itu, kandidat juga diharapkan memiliki kematangan emosional, empati, serta kemampuan komunikasi yang baik. Tingginya jumlah peserta yang lolos hingga tahap ini menunjukkan besarnya minat sekaligus kepedulian masyarakat terhadap upaya pemberdayaan ekonomi umat di Jawa Tengah.
Harapan dan Pesan untuk Peserta
Kepada para peserta, Wahab berpesan agar mengikuti seluruh proses seleksi dengan penuh kejujuran, kesungguhan, dan niat pengabdian. Sementara kepada tim penguji, ia menekankan pentingnya menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menentukan kandidat terbaik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah atas sinergi yang telah terbangun bersama Kementerian Agama.
“Program pendampingan mustahik produktif ini diharapkan dapat menjadi model percontohan di tingkat nasional dalam menekan angka kemiskinan ekstrem, khususnya di Jawa Tengah,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Karesidenan Pekalongan, serta para Ketua BAZNAS kabupaten/kota di wilayah tersebut.










