Kota Pekalongan (Humas) — Peningkatan kualitas pendidikan di madrasah dinilai berdampak langsung pada pembentukan karakter generasi muda yang moderat, toleran, dan berakhlak. Hal ini menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan dalam mendorong penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Peningkatan tersebut tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Pembinaan nilai-nilai keagamaan yang inklusif juga menjadi prioritas di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, saat menghadiri Rapat Kerja Awal Tahun Ajaran 2026–2027 di MTs Ribatul Muta’allimin, Rabu (8/7/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa peran guru mencakup penyampaian materi pembelajaran serta menjadi teladan dalam membentuk akhlak peserta didik.
“Guru memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama dan toleransi. Ini penting agar siswa mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman,” ujarnya.
Menurut Wahab, tantangan pendidikan saat ini mencakup peningkatan kualitas akademik dan penguatan karakter di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Oleh karena itu, peningkatan mutu tenaga pendidik harus menjadi prioritas bersama, terutama dalam membangun pola pikir keagamaan yang seimbang dan tidak ekstrem.
Kegiatan rapat kerja ini juga dihadiri Pengawas Madrasah Ahmadun, pengasuh pondok pesantren, serta Ketua Yayasan Ribatul Muta’allimin. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun program kerja madrasah yang lebih adaptif, responsif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen pendidikan di lingkungan madrasah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul secara akademik. Ekosistem tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, toleran, dan berkontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.










