Kota Pekalongan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak cukup hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi harus mampu membentuk karakter, memperkuat empati, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dalam diri peserta didik. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026) di MTs Isthifaiyah Nahdliyah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota KKMTs sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu madrasah dan penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam pembinaannya, Abdul Wahab menjelaskan bahwa KBC merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada pembangunan hubungan yang sehat, komunikasi efektif, serta kemampuan memahami dan mengelola emosi secara bijak.
Ia menekankan bahwa peran guru perlu bertransformasi dari sekadar pengajar menjadi pembimbing (murabbi) yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan keteladanan dan membangun kedekatan emosional dengan siswa.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta juga sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, inklusif, dan berdaya saing, serta mendukung penguatan nilai moderasi beragama dan kemanusiaan.










