Kota Pekalongan (Humas) – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Pekalongan menggelar kegiatan diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendidikan Mendalam (PM) pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi pendidikan madrasah yang selaras dengan program prioritas Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, dalam paparannya menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar pendekatan pembelajaran, melainkan paradigma baru dalam pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenag melalui Asta Protas yang menekankan penguatan kerukunan, cinta kemanusiaan, serta pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Ia menjelaskan, kurikulum ini berfokus pada pengembangan hubungan yang sehat, baik dengan diri sendiri maupun orang lain, melalui pembelajaran yang menumbuhkan komunikasi efektif, empati, serta tanggung jawab emosional. Dengan demikian, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan kepribadian peserta didik yang utuh.
Lebih lanjut, Abdul Wahab menekankan pentingnya transformasi peran guru dari sekadar pengajar menjadi murabbi atau pembimbing jiwa. Guru dituntut menghadirkan keteladanan, membangun kedekatan emosional dengan siswa, serta memahami latar belakang dan potensi masing-masing peserta didik. “Ketika siswa merasa dihargai dan dicintai, proses belajar akan berjalan lebih bermakna,” ungkapnya.
Dalam implementasinya, KBC juga mendorong personalisasi pembelajaran, integrasi antara adab dan ilmu, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan. Selain itu, pendekatan pendidikan mendalam mengajak siswa memahami substansi pembelajaran dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata, sehingga ilmu yang diperoleh memiliki nilai kebermaknaan.
Abdul Wahab mengingatkan bahwa keberhasilan kurikulum ini tidak dapat diukur secara instan. Menurutnya, hasil implementasi akan terlihat dari kualitas lulusan yang memiliki ketahanan mental, empati sosial tinggi, serta kecintaan terhadap agama dan ilmu pengetahuan. Ia pun mengajak seluruh kepala madrasah untuk berkomitmen mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKMI Kota Pekalongan berharap seluruh madrasah mampu menginternalisasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.











