Kota Pekalongan (Humas) – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kota Pekalongan bersama Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan menggelar babak penyisihan Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Jawa Tengah Tahun 2026 pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di empat titik lokasi, yakni MAN 1 Kota Pekalongan, MAN 2 Kota Pekalongan, MAN Insan Cendekia, serta MTs Ribatul Muta’allimin.
Babak penyisihan tersebut diikuti oleh ratusan siswa madrasah dari berbagai jenjang, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Total sebanyak 207 peserta ambil bagian, dengan rincian 33 peserta jenjang MI, 24 peserta MTs, dan 150 peserta MA. Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan, mencerminkan tingginya minat siswa madrasah dalam bidang sains.
OSMA Jawa Tengah 2026 merupakan ajang pembinaan sekaligus kompetisi akademik yang dirancang untuk mengukur kemampuan intelektual peserta didik di bidang sains. Tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, kegiatan ini juga menekankan pembentukan karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, sportivitas, dan semangat berprestasi.
Adapun bidang lomba yang dipertandingkan meliputi Matematika, IPA, dan IPS untuk jenjang MI dan MTs. Sementara pada jenjang MA, cabang lomba yang diujikan lebih beragam, mencakup Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi, Astronomi, Kebumian, serta Informatika. Ragam bidang ini diharapkan mampu mengakomodasi minat dan bakat siswa secara lebih spesifik serta mendorong lahirnya talenta-talenta unggul di berbagai disiplin ilmu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) turut meninjau langsung jalannya pelaksanaan OSMA di beberapa lokasi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menegaskan bahwa OSMA tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga sarana strategis untuk membangun ekosistem pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui OSMA, kita tidak hanya mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga membina mental juara, kejujuran, serta daya juang mereka. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita dalam menyiapkan generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta yang lolos pada tahap berikutnya dapat terus meningkatkan kualitas diri dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) maupun Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).
Pelaksanaan OSMA ini juga menjadi bukti komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya di bidang sains. Dengan adanya ajang seperti ini, diharapkan madrasah semakin mampu mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.















