Kota Pekalongan (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan mengikuti kegiatan Breakfast Meeting bersama Menteri Agama RI yang dihadiri para Pejabat Eselon I dan II, Tenaga Ahli, Staf Khusus, Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, serta Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Indonesia pada Selasa (21/7/2026). Di tingkat daerah, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor, Kasubbag TU, para Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kepala KUA, serta pengawas madrasah. Forum yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dipandu Sekretaris Jenderal Kamaruddin Amin ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan serta memperkuat koordinasi nasional di lingkungan Kementerian Agama.
Manajemen Talenta Jadi Pilar Reformasi SDM Kemenag
Kegiatan diawali dengan pemaparan manajemen talenta ASN oleh Kepala Biro SDM Kemenag, Muhammad Zain. Dalam paparannya, ditegaskan bahwa manajemen talenta merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, sekaligus memperkuat sistem merit dalam pengelolaan ASN. Program ini didukung oleh KMA Nomor 1871 dan kebijakan nasional yang terintegrasi dengan BKN, termasuk penyusunan peta profil talenta sebagai dasar pengembangan karier, retensi pegawai, hingga suksesi jabatan.
Oleh karena itu, seluruh ASN didorong aktif memperbarui Daftar Riwayat Hidup beserta dokumen pendukung sebagai basis data yang menentukan posisi dalam manajemen talenta. Penilaian kinerja melalui SKP juga ditekankan harus dilakukan secara objektif agar tidak menimbulkan distorsi dalam pemetaan talenta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penguatan manajemen talenta menjadi kunci dalam menghadirkan birokrasi yang adaptif dan berdampak.
“Manajemen talenta harus mampu memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga kinerja organisasi semakin optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Integrasi Sistem Kepegawaian dan Penggajian Nasional
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kemenag menegaskan pentingnya pembaruan data kepegawaian melalui SIMPEG/SIM-SDM dengan prinsip “datamu, nasibmu”, yang menekankan bahwa akurasi data sangat menentukan perjalanan karier ASN. Sosialisasi manajemen talenta juga diharapkan dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh pegawai memahami sistem secara utuh.
“Setiap ASN harus memastikan datanya akurat dan mutakhir, karena hal tersebut menjadi dasar dalam pengelolaan karier dan pengembangan talenta ke depan,” tutur Kamaruddin Amin.
Selain itu, disampaikan pula mulai 1 Agustus 2026, sistem pembayaran gaji dan tunjangan akan terintegrasi melalui aplikasi Gaji-Web. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mengurangi potensi kendala administrasi.
Isu Transparansi dan Tantangan Implementasi di Lapangan
Dalam sesi diskusi, peserta meeting menekankan pentingnya penguatan transparansi dan objektivitas dalam penerapan manajemen talenta, disertai kebutuhan akan parameter penilaian yang semakin terukur. Berbagai masukan konstruktif turut disampaikan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan sistem, sehingga implementasinya dapat berjalan lebih optimal, adaptif, dan mampu mendorong peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Melalui forum ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta memastikan setiap program berjalan secara kolaboratif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Breakfast Meeting menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.







