Kota Pekalongan (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam terus mengintensifkan pembinaan generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang kali ini digelar di MAN 2 Kota Pekalongan pada Selasa (09/06/2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas XI sebagai upaya preventif menghadapi berbagai tantangan sosial di kalangan remaja.
BRUS sendiri merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang bertujuan memberikan bimbingan dan pemahaman kepada remaja usia sekolah, khususnya terkait pentingnya menunda pernikahan dini serta penguatan pengenalan diri sebagai fondasi pembentukan karakter.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan dalam sambutannya menegaskan bahwa remaja merupakan aset strategis bangsa yang harus dipersiapkan secara komprehensif, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual.

“Remaja usia sekolah berada pada fase pencarian jati diri yang sangat krusial. Oleh karena itu, BRUS ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan investasi besar untuk masa depan. Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tanpa pembekalan yang memadai, remaja rentan terhadap berbagai risiko sosial seperti pernikahan dini, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Karena itu, BRUS diharapkan menjadi ruang edukasi yang mampu membentengi generasi muda dari berbagai potensi tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Penyuluh Agama Islam KUA, yakni Nur Kholis Rofi’i dan Sri Mulyati, yang menyampaikan materi berbasis modul pembinaan remaja. Materi yang diberikan mencakup penguatan konsep diri remaja yang sehat, penyusunan jembatan harapan sebagai perencanaan masa depan, serta identifikasi tantangan dan problematika remaja masa kini.
Dalam sesi konsep diri, peserta diajak mengenali potensi, kelebihan, serta kekurangan diri sebagai dasar pembentukan kepribadian. Sementara itu, melalui pendekatan “jembatan harapan”, siswa dilatih menyusun cita-cita secara realistis sekaligus memetakan langkah-langkah strategis untuk mencapainya.
Selain itu, peserta juga didorong untuk memahami berbagai dinamika yang dihadapi remaja saat ini, baik dari faktor internal maupun eksternal, sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Materi kemudian diperkaya dengan penguatan konsep Remaja Qur’ani, yaitu profil ideal remaja yang religius, bertanggung jawab, moderat, serta memiliki semangat untuk terus mengembangkan diri.
Tidak hanya bersifat satu arah, kegiatan ini dirancang interaktif dengan metode diskusi kelompok dan sesi tanya jawab. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu merefleksikannya dalam kehidupan nyata.
Melalui kegiatan BRUS ini, Kemenag Kota Pekalongan berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai moral dan spiritual, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.













