Kota Pekalongan (Humas) – Dalam rangka pengembangan keprofesian berkelanjutan, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Angkatan II. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (6–8 Mei 2026), bertempat di Hotel Dafam Pekalongan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur strategis pendidikan madrasah, meliputi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, pengawas madrasah, serta kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. Program ini menjadi bagian dari upaya sistematis Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas guru, khususnya dalam menghadapi tantangan peningkatan mutu literasi dan numerasi peserta didik.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan materi, tetapi juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen implementasi di satuan pendidikan masing-masing. Pada sesi penutupan, pihak penyelenggara dari Direktorat Madrasah Kemenag RI menegaskan pentingnya realisasi RTL tersebut agar hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berdampak nyata di lapangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan hingga tuntas. Ia menilai kegiatan ini menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

Abdul Wahab juga menekankan bahwa peran guru tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. “Guru memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mengajar. Mereka juga mendidik dan membimbing siswa agar memiliki kepribadian yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menyeimbangkan antara profesionalitas kerja dan nilai spiritual. Menurutnya, keberhasilan dalam dunia pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari integritas dan kedekatan kepada Tuhan.
“Bekerja harus diimbangi dengan ibadah, sehingga kita tidak hanya mengejar urusan dunia, tetapi juga memperoleh keberkahan,” tambahnya.
Ia berharap, seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.













