Kota Pekalongan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menghadiri kegiatan Wisuda Karantina Tahfidz Qur’an Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh MAN Insan Cendekia Pekalongan pada Sabtu (14/03/2026) di Gedung Serbaguna MAN IC. Kegiatan ini menjadi puncak dari program Karantina Tahfidz Qur’an yang berlangsung selama satu bulan, mulai 12 Februari – 13 Maret 2026.

Program karantina tersebut merupakan salah satu dari 14 program unggulan yang dimiliki MAN Insan Cendekia Pekalongan dalam upaya mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam penguasaan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Selama masa karantina, para peserta menjalani pembinaan intensif untuk memperkuat hafalan serta meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian para siswa yang telah berhasil mengikuti proses karantina tahfidz hingga diwisuda. Menurutnya, keberhasilan para peserta dalam menghafal Al-Qur’an merupakan prestasi yang patut disyukuri sekaligus menjadi kebanggaan bagi madrasah, orang tua, maupun masyarakat.
“Kami sangat berbangga atas apa yang telah kita saksikan bersama hari ini. Wisuda Tahfidz Qur’an ini merupakan bukti kesungguhan para siswa dalam menapaki jalan mulia sebagai penghafal Al-Qur’an,” ujar Abdul Wahab.
Ia juga berpesan kepada para orang tua agar terus mendampingi serta merawat capaian putra-putrinya yang telah berjuang menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, menjaga hafalan merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan dukungan dari lingkungan keluarga.
“Kepada para wali murid, saya berpesan agar senantiasa membimbing dan menjaga putra-putrinya supaya tetap istiqamah dalam memelihara hafalan Al-Qur’an hingga akhir hayat,” tambahnya.
Selain itu, Abdul Wahab turut mengapresiasi pihak madrasah, para guru, serta para muhafidz dan muhafidzah yang telah membimbing para siswa selama proses karantina tahfidz berlangsung. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Kegiatan wisuda tahfidz ini diikuti oleh 234 peserta, yang terdiri dari 114 siswa putra dan 120 siswa putri. Para peserta dibina dalam 10 halaqah, masing-masing terdiri dari 5 halaqah putra dan 5 halaqah putri, selama masa karantina yang berlangsung selama satu bulan penuh.
Menariknya, pelaksanaan wisuda tidak hanya diikuti secara langsung oleh para peserta dan tamu undangan, tetapi juga diikuti secara daring oleh sebagian orang tua siswa. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi wali murid yang tidak dapat hadir secara langsung karena keterbatasan jarak tempat tinggal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kasi Pendidikan Madrasah Gunawan, Pengawas Madrasah Miftah Mucharomah, Kepala MAN Insan Cendekia Pekalongan Khoirul Anam, Kepala Tata Usaha Dewi Masithoh, jajaran wakil kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan, para muhafidz dan muhafidzah, serta perwakilan komite madrasah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat para siswa dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an dapat terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an.












