Kota Pekalongan (Humas) – Iduladha menjadi momentum yang dinantikan umat Islam, tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai wujud nyata pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat berbagi melalui ibadah kurban menjadi ciri khas hari raya ini, di mana daging kurban didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk solidaritas sosial.
Dalam rangka memperingati Iduladha, Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan lima ekor kambing. Sebanyak satu ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih oleh panitia kurban Kemenag pada Kamis (28/05/2026). Sementara itu, satu ekor kambing lainnya diserahkan kepada Pemerintah Kota Pekalongan.


Proses penyembelihan dilakukan di dua lokasi berbeda. Satu ekor sapi dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Batang guna memastikan standar kesehatan dan kelayakan daging terpenuhi. Sementara itu, empat ekor kambing disembelih di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan dengan melibatkan panitia kurban dari unsur pegawai.


Pelaksanaan kurban ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di lingkungan Kementerian Agama. Daging kurban kemudian didistribusikan secara merata kepada pegawai kantor, Kantor Urusan Agama (KUA), serta madrasah di wilayah Kota Pekalongan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menegaskan bahwa Iduladha memiliki makna yang lebih luas dari sekadar penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, esensi Iduladha terletak pada ketakwaan yang diwujudkan melalui keikhlasan dalam berkorban dan kepedulian terhadap sesama.
“Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi bagaimana kita mampu menumbuhkan empati, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat rasa persaudaraan. Melalui momentum Iduladha ini, kami berharap nilai-nilai ketakwaan dapat tercermin dalam sikap sosial yang lebih peduli dan humanis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap momentum Iduladha ini dapat menjadi penguat nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi, sehingga makna kurban tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sosial sehari-hari.











