Kota Pekalongan (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan madrasah di Kota Pekalongan. Auna Alfi Himayana, murid MI Salafiyah Kertoharjo Kota Pekalongan, berhasil meraih Juara 3 tingkat nasional dalam Lomba Video Opini Kreatif yang diselenggarakan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Mengusung tema “Misi Presiden Cilik: Selamatkan Bumi dari Sampah”, lomba tersebut menjadi ruang bagi Auna untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan lingkungan melalui sebuah karya kreatif. Di balik capaian nasional tersebut, terdapat proses pencarian gagasan, pembinaan, serta keberanian seorang murid untuk menyuarakan pentingnya menjaga bumi sejak usia dini.
Auna mengaku sangat senang, bangga, dan bersyukur atas penghargaan yang berhasil diraihnya. Baginya, prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkarya.
Gagasan dalam video opini yang dibawakannya berawal dari diskusi bersama pembina. Dalam perbincangan tersebut, Auna diajak melihat berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar, terutama isu sampah yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Dari proses itulah muncul gagasan untuk mengemas pesan pelestarian lingkungan melalui sudut pandang seorang anak. Pesan tersebut kemudian dituangkan dalam video opini kreatif dengan semangat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

Prestasi sebagai Media Menyuarakan Kepedulian
Bagi Auna, karya yang mengantarkannya meraih prestasi nasional membawa pesan yang ingin terus disebarluaskan. Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Auna juga berharap capaian yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya di madrasah. Menurutnya, setiap murid memiliki potensi dan bakat yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan karya sekaligus menorehkan prestasi.
“Semoga teman-teman di madrasah bisa menerapkan apa yang menjadi misi saya dalam menjaga lingkungan serta bisa menorehkan bakat dalam meraih prestasi,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah persoalan sampah yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Melalui karya sederhana dari sudut pandang anak, Auna menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat disuarakan sejak usia dini.
Dukungan Madrasah Mengembangkan Potensi Murid
Keberhasilan Auna juga tidak terlepas dari lingkungan madrasah yang memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakatnya. Kepala MI Salafiyah Kertoharjo, Abdul Fatah, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih salah satu muridnya di tingkat nasional.
Menurutnya, MI Salafiyah Kertoharjo berkomitmen mendorong pengembangan potensi murid melalui berbagai bidang. Pembinaan dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pendampingan pada sejumlah bidang, seperti lomba opini, pidato, tahfidz, hingga olahraga.
Madrasah juga menunjuk guru pembina yang kompeten untuk mendampingi dan melatih murid secara rutin dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang kompetisi. Dukungan tersebut diperkuat dengan penyediaan sarana, pemberian motivasi, serta apresiasi kepada murid yang berhasil menorehkan prestasi.
“Setiap prestasi murid kami apresiasi, misalnya melalui pemberian piagam dan pengumuman dalam apel. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi murid lain untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelas Abdul Fatah.
Ia menambahkan, dukungan terhadap perkembangan murid juga dibangun melalui kerja sama dengan wali murid. Sinergi antara madrasah dan orang tua dinilai penting agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan, baik dalam pengembangan kemampuan akademik maupun bakat dan prestasi.
Harapan Melahirkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak
Bagi Abdul Fatah, keberhasilan Auna merupakan sebuah awal yang diharapkan mampu memantik keberanian murid lain untuk berkarya. Ia berharap semakin banyak murid MI Salafiyah Kertoharjo yang berani menyampaikan gagasan positif melalui berbagai media dan bidang yang mereka tekuni.
“Semoga prestasi ini menjadi awal, bukan akhir. Kami berharap murid-murid ke depan semakin berani berkarya, berprestasi dengan tetap menjaga akhlak, serta mampu mengharumkan nama madrasah hingga tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa prestasi perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Madrasah berharap murid yang berhasil meraih capaian juga tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, berakhlak baik, serta mampu memanfaatkan ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama.
Prestasi Auna Alfi Himayana pun menghadirkan pesan yang lebih luas dari sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi. Dari sebuah diskusi bersama pembina, tumbuh gagasan yang kemudian disuarakan melalui karya hingga mampu bersaing di tingkat nasional. Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa ketika potensi anak mendapat ruang, pendampingan, dan dukungan yang tepat, sebuah gagasan sederhana dapat berkembang menjadi karya yang membawa prestasi dan inspirasi.
Kini, pesan seorang “presiden cilik” untuk menyelamatkan bumi dari sampah diharapkan dapat terus bergema, mengajak lebih banyak anak untuk peduli terhadap lingkungan dan mulai mengambil peran dari lingkungan terdekatnya.








