Kota Pekalongan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dr. H. Abdul Wahab, S.Ag., M.Si., mengikuti Breakfast Meeting bersama Menteri Agama Republik Indonesia yang membahas kesiapan pelayanan bagi masyarakat menjelang mudik Idul Fitri. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (10/03) pukul 06.00–08.00 WIB tersebut menjadi forum koordinasi nasional dalam memastikan pelayanan keagamaan berjalan optimal selama periode mudik Idul Fitri.
Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, para Direktur Jenderal, jajaran pejabat eselon di tingkat pusat, para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. Di Kota Pekalongan sendiri, Kepala Kantor Kemenag mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran kepala seksi, para Kepala KUA Kecamatan se-Kota Pekalongan, serta Jabatan Fungsional Perencana di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan.
Pada Breakfast Meeting kali ini, pembahasan difokuskan pada program-program kebimasan (bimbingan masyarakat) yang berkaitan dengan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain kesiapan menyambut Hari Raya Nyepi, kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pembahasan kesiapan program Masjid Ramah Pemudik di berbagai titik strategis, serta sosialisasi dan implementasi Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2026.
Dalam arahannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya kesiapan seluruh jajaran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik Idul Fitri. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah mengoptimalkan fungsi masjid sebagai ruang pelayanan publik bagi para pemudik, sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tetap mendapatkan fasilitas yang memadai.
Melalui program Masjid Ramah Pemudik, masjid diharapkan dapat menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi para pelaku mudik Idul Fitri, seperti tempat beristirahat, sarana ibadah, akses air bersih, serta lingkungan yang aman dan nyaman. Program ini juga menjadi wujud peran sosial keagamaan masjid dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dr. H. Abdul Wahab, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan mengoptimalkan peran masjid di wilayah Kota Pekalongan. Khususnya pada masjid yang berada di jalur pantura yang padat arus mudik. Menurutnya, keberadaan masjid yang terbuka dan ramah bagi pemudik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama perjalanan mudik Idul Fitri.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun koordinasi dan sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Agama pusat dan daerah dalam mendukung kelancaran mudik Idul Fitri. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang responsif dan bermanfaat bagi masyarakat luas selama momentum mudik Idul Fitri.

Update berita selengkapnya di Instagram kami:









