Kota Pekalongan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Dr. H. Kasiman Mahmud Desky, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Kisi-Kisi dan Soal yang digelar oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Pekalongan. Acara ini berlangsung pada Rabu (20/8/2025) di Hotel Istana, dengan diikuti oleh guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari 44 madrasah se-Kota Pekalongan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kankemenag Kota Pekalongan, H. Jaelani, M.S.I., Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) H. Ali Suparman, M.Pd.I., serta para pengawas madrasah. Adapun narasumber Bimtek yakni Miftah Mucharomah, M.Ag., dan Baiqatus Solechan, M.S.I., yang merupakan pengawas madrasah sekaligus penulis Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) Nasional.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Kasiman mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah. Ia menekankan pentingnya peran KKMI sebagai wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas kepala madrasah.
“Njenengan semua harus bersatu melalui program-program KKMI. Dengan begitu kapasitas kepala madrasah akan meningkat, dan pada akhirnya berdampak pada kualitas madrasah itu sendiri,” tutur Kasiman.

Senada dengan itu, Kasi Penmad Jaelani menekankan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Ia mencontohkan pendekatan literasi yang bisa diterapkan guru di kelas.
“Gunakan pendekatan yang menyenangkan. Misalnya, biasakan anak-anak membaca lalu menceritakannya kembali di depan kelas. Dengan begitu mereka terbiasa mengembangkan apa yang dibaca, sehingga kemampuan literasi akan semakin baik,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KKMI Kota Pekalongan, Subhan, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Bimtek ini menghadirkan narasumber nasional agar para guru memahami teknis penulisan kisi-kisi dan soal secara tepat sesuai standar yang berlaku. Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti setiap tahapan penyusunan.
“Tahapan-tahapannya tolong diperhatikan dan diupayakan sesuai timeline. Karena jika satu tahapan terlambat, maka akan mempengaruhi tahapan berikutnya,” ungkap Subhan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru MI di Kota Pekalongan dapat semakin profesional dalam menyusun kisi-kisi dan soal, sehingga mendukung terwujudnya asesmen yang objektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan madrasah.











