Kota Pekalongan (Humas) – Dalam semangat berbagi di bulan Muharram, Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Kemenag Kota Pekalongan pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda nasional ini dipusatkan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI dan diikuti secara serentak di seluruh Indonesia secara daring.
Mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”, kegiatan di Kota Pekalongan melibatkan 144 anak yatim dan penyandang disabilitas. Momentum Muharram yang identik dengan Lebaran Yatim dimaknai tidak hanya sebagai tradisi. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang menghadirkan kebahagiaan dan kepedulian yang tulus bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan dan Baznas Kota Pekalongan, sebagai wujud sinergi dalam memperkuat nilai kepedulian sosial dan inklusivitas. Suasana penuh keceriaan mewarnai jalannya acara. Kegiatan diawali dengan dongeng oleh Nur Laili Ikrima yang menghadirkan pesan keteladanan penuh kehangatan. Keceriaan semakin terasa melalui permainan dan kuis bersama Badut Pak Angga, yang mengundang tawa dan senyum bahagia anak-anak sepanjang acara.



Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa sebagai salah satu bulan mulia sekaligus awal penetapan kalender Hijriah yang menjadi pedoman umat Islam. Ia juga berpesan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas untuk terus membangun akhlakul karimah serta menumbuhkan sikap saling menghargai.
“Anak-anak harus terus membangun akhlakul karimah. Jangan sampai memandang enteng saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik. Semua manusia memiliki kemuliaan dan kesempatan yang sama untuk berbuat baik,” pesannya.
Lebih lanjut, Menag menyebut peringatan 10 Muharram sebagai momentum lahirnya tradisi Idul Yatama atau Lebaran Yatim, yang diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.


Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Idul Yatama menjadi wujud penguatan kepedulian sosial umat Islam di bulan Muharram. Ia berharap sinergi pemerintah, Baznas, LAZ, dan masyarakat terus diperkuat untuk menghadirkan program pemberdayaan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.
Di tingkat daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Gunawan, mengapresiasi kolaborasi antara Kemenag dan Baznas dalam kegiatan ini serta menilai sebagai langkah awal penguatan sinergi berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang dan melahirkan berbagai inisiatif yang memberikan dampak nyata bagi umat,” ujarnya.

Perwakilan Ketua Baznas Kota Pekalongan, Achmad Slamet Irfan, mengapresiasi peningkatan potensi zakat di lingkungan Kemenag serta menegaskan kesiapan Baznas untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan sosial. Ia juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat melalui Baznas agar lebih optimal dan tepat sasaran.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan dan bingkisan kepada 144 peserta, yang terdiri dari 140 anak yatim dari RA dan MI se-Kota Pekalongan serta 4 perwakilan penyandang disabilitas. Secara khusus, empat penyandang disabilitas tersebut menerima bantuan kursi roda dari Dinas Sosial dan Baznas Kota Pekalongan, serta tambahan bingkisan dari Kementerian Agama Kota Pekalongan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama Kota Pekalongan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekalongan, Plt. Kepala Dinas Kota Pekalongan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Pekalongan, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam se-Kota Pekalongan.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai empati, kepedulian, dan inklusivitas diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Komitmen bersama dalam menghadirkan ruang yang ramah dan membahagiakan bagi seluruh anak bangsa pun kian menguat.













