Kota Pekalongan (Humas) – Upaya memperkuat kepedulian sosial dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi peristiwa kematian terus digalakkan. Salah satunya melalui pelatihan pemulasaraan jenazah yang digelar di Aula Puskesmas Tondano, Kelurahan Poncol, Minggu (21/06/2026).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk menyiapkan kader-kader terampil yang mampu menjalankan kewajiban fardu kifayah, sekaligus hadir membantu masyarakat saat terjadi musibah kematian.
Sebanyak 30 peserta muslimah yang berasal dari unsur PKK, majelis taklim, remaja masjid, hingga masyarakat umum mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka dibekali pemahaman menyeluruh, mulai dari aspek teori hingga praktik langsung.
Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pekalongan Timur, Moh. Yusuf, yang menguraikan secara rinci tahapan pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Mulai dari adab dan persiapan, proses memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga penguburan, seluruhnya dipraktikkan secara sistematis.


Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kemampuan pemulasaraan jenazah bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.
“Seringkali keluarga yang ditinggalkan berada dalam kondisi duka dan kebingungan. Di sinilah pentingnya kehadiran kader yang siap membantu, agar proses pengurusan jenazah dapat berjalan dengan benar sesuai syariat dan tetap menjaga kehormatan jenazah,” ujarnya.
Selain aspek keagamaan, pelatihan ini juga menyoroti pentingnya menjaga standar kebersihan dan kesehatan dalam proses pemulasaraan sehingga tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk jejaring relawan pemulasaraan jenazah di tingkat masyarakat yang tidak hanya memahami tata cara secara benar, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi. Dengan demikian, setiap warga yang tertimpa musibah dapat memperoleh pendampingan yang layak, cepat, dan sesuai tuntunan agama.








