Kota Pekalongan (Humas) – Ribuan santri bersama para ustaz dan ustazah dari 92 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Pekalongan memadati Masjid Agung Al-Jami Kauman, Selasa (16/06/2026), dalam gelaran Gema Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan umat dalam menyambut Tahun Baru Islam, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
Mengusung tema “Memupuk dan Menjalin Ukhuwah Islamiyah di Tengah Masyarakat dengan Pendekatan Al-Qur’anul Karim”, acara ini menghadirkan rangkaian kegiatan religius dan kultural, mulai dari khataman Al-Qur’an secara massal, mujahadah Asmaul Husna, hingga pawai ta’aruf yang berlangsung meriah dan penuh semangat.
Suasana khidmat terasa saat ribuan santri mengikuti khataman Al-Qur’an, yang tidak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap kitab suci, tetapi juga indikator keberhasilan pembinaan TPQ di Kota Pekalongan. Dilanjutkan dengan mujahadah Asmaul Husna, para peserta bersama-sama memanjatkan doa, mengetuk “pintu langit” dengan harapan agar Kota Pekalongan senantiasa diberi perlindungan dan dijauhkan dari berbagai mara bahaya.

Kemeriahan mencapai puncaknya saat pawai ta’aruf digelar. Para santri tampil percaya diri dengan beragam kostum tematik dan atribut kreatif yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Iringan marching band turut menyemarakkan suasana, menarik perhatian masyarakat yang antusias menyaksikan sepanjang rute pawai. Lebih dari sekadar perayaan, pawai ini menjadi bentuk nyata syiar Islam yang membahagiakan. Hal ini menunjukkan bahwa belajar Al-Qur’an dapat dirasakan sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi generasi muda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam. Ia menyebut, khataman Al-Qur’an mencerminkan keberhasilan pembinaan TPQ, sementara mujahadah menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan. Adapun pawai ta’aruf, menurutnya, merupakan wujud nyata syiar Islam di tengah masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) yang dinilainya sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” karena telah berkontribusi besar dalam mendidik generasi Qur’ani. “Insyaallah setiap upaya ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Triska Herawan, yang hadir mewakili Wali Kota Pekalongan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badko LPQ atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya memperkuat nilai kebersamaan di tengah derasnya arus informasi yang kerap memunculkan perbedaan di masyarakat.
Dalam pesannya, Triska mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita yang berpotensi memecah belah. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan akhlakul karimah sejak dini kepada generasi muda sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan zaman.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat mencintai Al-Qur’an harus terus tumbuh, menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan dan mendorong kemajuan Kota Pekalongan,” ungkapnya.
Melalui Gema Muharam 1448 H, masyarakat Kota Pekalongan tidak hanya merayakan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.














