Kota Pekalongan (Humas) – Suasana apel pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Senin (20/4/2026), terasa berbeda. Tidak sekadar rutinitas mengawali pekan kerja, kegiatan tersebut juga menjadi momentum kepedulian sosial dengan diserahkannya bantuan bagi sekolah terdampak banjir dari Pokjawas PAI Jawa Tengah.
Sebanyak 10 sekolah dari jenjang SD hingga SMA menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penyerahan ini menjadi wujud solidaritas dan empati terhadap dunia pendidikan yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Forum GPAI yang dinilai tanggap dan responsif dalam membantu sesama. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai agama sejatinya tidak berhenti pada tataran teori, tetapi harus hadir dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Bantuan ini mungkin belum mampu sepenuhnya menghapus beban yang dirasakan, namun setidaknya menjadi penguat bahwa kita tidak sendiri. Ada kepedulian, ada kebersamaan, dan ada harapan untuk bangkit bersama,” ujarnya dengan penuh empati.
Lebih lanjut, Abdul Wahab mengingatkan bahwa musibah yang terjadi hendaknya menjadi refleksi bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan, baik dalam menjalankan tugas kedinasan maupun dalam merespons persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, Forum GPAI memiliki peran strategis sebagai motor penggerak kegiatan sosial keagamaan. Ia berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam menebar manfaat.
Mengakhiri amanatnya, Abdul Wahab mengajak seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kota Pekalongan untuk memulai pekerjaan dengan semangat baru dan niat tulus dalam melayani. “Mari kita awali hari ini dengan tekad untuk terus memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.


















