Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Kementerian Agama Kota Pekalongan
  • Beranda
  • Berita
    • Bimbingan Masyarakat Islam
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Penyelenggara Zakat dan Wakaf
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Siaran Pers
  • Literasi KeagamaanNEW
  • Profile
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
    • Kedudukan, Tugas & Fungsi
    • Sejarah
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
    • Bimbingan Masyarakat Islam
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Penyelenggara Zakat dan Wakaf
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Siaran Pers
  • Literasi KeagamaanNEW
  • Profile
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
    • Kedudukan, Tugas & Fungsi
    • Sejarah
  • Kontak
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag Kota Pekalongan
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Siaran Pers
  • Literasi Keagamaan
  • Profile
  • Kontak
Beranda Berita News

Selamatkan Generasi Muda dari Penyebaran Paham Radikal dan Terorisme

oleh admin
Februari 29, 2016
Dalam Kategori News
Durasi Membaca: 3 Menit
A A
0
Selamatkan Generasi Muda dari Penyebaran Paham Radikal dan Terorisme
18
TAMPIL
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsApp

Pekalongan – Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, H Imam Tobroni, S.Ag, MM menghadiri dan menyambut baik dengan dilaksanakannya ‘Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme di Wilayah Hukum Polres Pekalongan Kota’, di Atrium Hall Kota Pekalongan, Kamis (25/2). Sosialisasi tersebut, disamping dalam rangka meningkatkan wawasan dan pemahaman bagi para tokoh agama, tokoh masyarakat dan guru tentang paham dan aliran radikal, juga sebagai langkah strategis dalam upaya menangkal dan membentengi diri dari paham radikalisme.

Kegiatan dengan tema ‘Melalui Peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Guru, Kita Selamatkan Generasi Muda dari Penyebaran Paham Radikal dan Terorisme’ ini diikuti sekitar 500 orang. Terdiri dari anggota, dan PNS Polres Pekalongan Kota, Bhayangkari, perwakilan guru BP/BK tingkat SMA/SMK/MA dan SMA/MTs, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari tiap kelurahan di Kota Pekalongan.

Ken Setiawan, Mantan tokoh Negara Islam Indonesia (NII) diminta menjadi pembicara mengungkapkan berbagai model perekrutan oleh kelompok radikal dengan membeberkan sejumlah pola dan cara yang biasa dipakai oleh kelompok-kelompok radikal yang anti NKRI dalam merekrut anggotanya. Pendiri NII Crisis Center itu mengungkapkan, salah satu cara yang dipakai adalah dengan mencuci otak sasaran yang akan direkrut. Ia mencontohkan model perekrutan oleh NII, sebagaimana yang pernah ia lakukan beberapa tahun silam. Model-model perekrutan itu dibeberkan agar seluruh peserta waspada dan berhati-hati apabila menemui hal serupa.

Menurutnya, sebelum merekrut, ia akan melakukan ‘screening’terlebih dahulu terhadap orang yang akan direkrut. “Kita pelajari aktivitas kesehariannya, pekerjaannya apa, bagaimana keluarganya, hobinya apa, dan sebagainya,” ungkapnya. Dengan mengetahui berbagai latar belakang calon target, maka proses perekrutan akan lebih mudah. Termasuk bagaimana menentukan model perekrutan.

Secara atraktif, Ken mencontohkan bagaimana dia ‘mencuci otak’ calon target. Ia mengajak salah seorang peserta sosialisasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan simpel. Termasuk dari hal yang paling mendasar bagi seorang muslim, yakni kalimat Syahadat. “Contoh pertanyaan yang akan saya sampaikan begini. Kapan Anda mengucap kalimat Syahadat?” tanya Ken kepada orang yang akan ia rekrut.

Dari jawaban yang diberikan, Ken langsung mencecar si orang yang akan direkrut itu dengan berbagai dalil. Ia menukil berbagai ayat Al Quran serta hadits yang diambil secara sepotong-sepotong. Lalu mengajak orang yang bersangkutan untuk mengulang kalimat syahadat. Padahal ayat Al Quran dan hadits Rasul itu ditafsirkan secara sepotong-sepotong.

Tak sampai di situ, si perekrut, yang dicontohkan oleh Ken adalah dirinya sendiri, meneruskan dengan doktrin-doktrin tentang negara, aturan hukum, dan sebagainya.

Sebagai contoh, doktrin yang disampaikan salah satunya disebutkan bahwa negara Indonesia melawan hukum Allah, karena hukum yang dipakai tidak berdasar Al Quran dan Hadits. “Berarti Anda telah mendurhakai Allah, karena Anda muslim tetapi tidak menggunakan hukum Islam,” kata Ken.

Diungkapkan pula, calon yang akan direkrut diibaratkan sebagai buah apel yang masih bersih lalu jatuh di tempat sampah. “Nah, mereka anggap kita orang Indonesia ini berada di tempat yang tidak bersumber pada hukum Allah. Negara kita yang tidak bersumber pada hukum Islam ini diibaratkan tempat sampah. Maka untuk membersihkannya harus dicuci. Orang yang direkrut ini, di NII, lama proses ‘pencuciannya’ beragam. Ada yang dikatakan sampai 30 tahun, ada yang lebih lama dari itu,” bebernya.

Doktrin-doktrin semacam itu, dimaksudkan untuk membuat kita ragu terhadap negara yang kita cintai ini. “Termasuk, kita dibuat ragu dengan agama yang kita cintai. Maka kita disuruh bersyahadat lagi dan mengikuti ajaran dengan cara mereka. Lalu didoktrinkan pula agar kita timbul kebencian terhadap NKRI karena menggunakan aturan-aturan hukum peninggalan penjajah,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Ken Setiawan menegaskan pula bahwa radikalisme dan terorisme bukan dilakukan kalangan umat Islam semata. Tetapi juga orang-orang dari agama lain. Sebagaimana yang terjadi di daerah Sulawesi maupun di negara-negara luar. Pelaku terornya bukan orang Islam.

Lebih lanjut, Ken juga menerangkan bahwa gerakan radikal Islam di Indonesia terbagi dua macam: pragmatis dan radikal ekstrimis atau fundamentalis. “Yang fragmatis, melakukan kegiatannya tidak secara frontal. Yang direkrut adalah orang-orang awam. Sedangkan yang ektrimis fundamentalis sebagian besar yang direkrut adalah dari kalangan pesantren-pesantren tertentu,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa sosialisasi pencegahan paham radikal dan terorisme itu sebagai tahap awal. “Harapannya ini menjadi semacam Trainer on Trainer. Maka yang menjadi obyek hari ini bukan anak-anak sekolah, atau anak-anak remaja yang notabene berpotensi direkrut. Melainkan para guru, tokoh , Bhabinkamtibmas, lurah. Agar mereka tahu tentang gambaran pola perekrutan paham radikal,” jelasnya.

“Sehingga dengan tahu polanya, mereka bisa menggambarkan kepada anak didik, keluarga, lingkungan masing-masing bahwa begini lho cara perekrutan yang dipakai oleh gerakan-gerakan radikal. Dengan begitu, mereka akan tahu langkah-langkah untuk menangkalnya,” imbuh Kapolres.

Tags: google.go.id
ShareSend
Artikel Sebelumnya

Edaran Dirjen Perbendaharaan tentang Pelaksanaan Tunjangan Kinerja di lingkungan Kementerian Agama

Artikel Selanjutnya

Optimalkan Kelancaran Penyelenggaraan UAMBN Tahun 2016

Artikel Terkait

Di Momen HBP ke-62, Kemenag Kota Pekalongan Terima Penghargaan Pembinaan Kepribadian
News

Di Momen HBP ke-62, Kemenag Kota Pekalongan Terima Penghargaan Pembinaan Kepribadian

oleh adminweb
27 Apr 2026
0

Kota Pekalongan (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menghadiri kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62...

SelanjutnyaDetails
Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan Hadiri Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30

Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan Hadiri Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30

27 Apr 2026
Kemenag Kota Pekalongan Ikuti Breakfast Meeting Bersama Menteri Agama Bahas Kesiapan Pelayanan Jelang Mudik Idul Fitri

Kemenag Kota Pekalongan Ikuti Breakfast Meeting Bersama Menteri Agama Bahas Kesiapan Pelayanan Jelang Mudik Idul Fitri

10 Mar 2026
Audiensi Kemenag Kota Pekalongan dan PD Muhammadiyah Dorong Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

Audiensi Kemenag Kota Pekalongan dan PD Muhammadiyah Dorong Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

23 Jan 2026
Kemenag Kota Pekalongan Peduli, Bantu Warga Terdampak Banjir

Kemenag Kota Pekalongan Peduli, Bantu Warga Terdampak Banjir

21 Jan 2026
Kemenag Kota Pekalongan Gelar Pembinaan ASN dan Non ASN, Kakanwil Tekankan Kerukunan dan Layanan Berdampak

Kemenag Kota Pekalongan Gelar Pembinaan ASN dan Non ASN, Kakanwil Tekankan Kerukunan dan Layanan Berdampak

20 Jan 2026
Artikel Selanjutnya
Optimalkan Kelancaran Penyelenggaraan UAMBN Tahun 2016

Optimalkan Kelancaran Penyelenggaraan UAMBN Tahun 2016

Kesiapan Ujian Madrasah dengan Tambahan Jam Pelajaran Extra

Kesiapan Ujian Madrasah dengan Tambahan Jam Pelajaran Extra

Pelatihan Keuangan BOS Madrasah Tahun 2016

Pelatihan Keuangan BOS Madrasah Tahun 2016

Kategori

  • Berita
  • Bimbingan Masyarakat Islam
  • Informasi Penting
  • Literasi Keagamaan
  • News
  • Pembimbing Masyarakan Hindu
  • Pembimbing Masyarakan Kristen
  • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Pembimbing Masyarakat Katolik
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
  • Pendidikan Madrasah
  • Penerangan Agama Islam Zakat Dan Wakaf
  • Penyelenggara Haji Dan Umroh
  • Profil
  • Siaran Pers
  • Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah

Arsip

© 2026 Kementerian Agama Kota Pekalongan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Translate »
  • Beranda
  • Berita
    • Bimbingan Masyarakat Islam
    • Pendidikan Agama Islam
    • Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Pendidikan Madrasah
    • Penyelenggara Zakat dan Wakaf
    • Pembimbing Masyarakan Kristen
    • Pembimbing Masyarakan Hindu
    • Pembimbing Masyarakat Katolik
    • Pembimbing Masyarakat Buddha
  • Siaran Pers
  • Literasi Keagamaan
  • Profile
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
    • Kedudukan, Tugas & Fungsi
    • Sejarah
  • Kontak
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil

© 2026 Kementerian Agama Kota Pekalongan

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.