Kota Pekalongan (Humas) – Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (PD IGRA) Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan menyelenggarakan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di RA Muslimat NU Masyithoh 05 Banyurip Ageng pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru RA di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan sebagai sarana penguatan spiritual, profesionalisme pendidik, serta penanaman nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan berbagai penampilan kreatif dari siswa dan guru RA yang menambah semarak suasana. Puncak kegiatan diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dr. H. Abdul Wahab, S.Ag., M.Si. Dalam tausiahnya, ia menekankan bahwa peristiwa Isra Mikraj membawa pesan utama kewajiban melaksanakan salat lima waktu sebagai fondasi pembentukan karakter dan sarana muhasabah diri, untuk menilai sejauh mana kualitas ibadah dan makna kehidupan yang dijalani.
Abdul Wahab juga mengangkat pesan toleransi dalam peristiwa Isra Mikraj, salah satunya melalui simbol kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang memimpin para nabi sebelumnya, sebagai cerminan nilai kerukunan dan saling menghormati. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama, mengingat kementerian ini menaungi enam agama resmi di Indonesia. Nilai moderasi beragama, menurutnya, harus terus ditanamkan dan disampaikan hingga ke satuan pendidikan paling dasar agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap ajaran agama, khususnya agar Islam tidak dipersepsikan secara sempit dan ekstrem.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum evaluasi diri terhadap seluruh aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Guru, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai amal jariyah yang pahalanya tidak terputus melalui ilmu dan keteladanan yang diberikan kepada peserta didik. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan pendidikan dengan penuh keikhlasan dan kegembiraan.
Dalam penutup tausiah, Kakankemenag mengulas nilai-nilai spiritual seperti konsep takhalli (penyucian diri), tahalli (penghiasan diri dengan kebaikan), dan tajalli (pencerahan), serta menyinggung konsep mahabbah sebagaimana diajarkan Rabiatul Adawiyah, yakni kecintaan yang tulus terhadap pekerjaan sebagai bentuk ibadah. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Plt. Kasubbag TU, H.Jaelani, M.S.I., serta jajaran pengawas madrasah. Melalui peringatan Isra Mikraj ini, ia berharap para guru RA semakin mampu menanamkan nilai religius, toleransi, dan kecintaan terhadap profesi kepada peserta didik sejak usia dini.









