MENJELANG BULAN ROMADHON
Oleh H. Imam Tobroni, S.Ag, MM
اَلْØÙŽÙ…ْد٠لله٠الّذÙىْ اَكْرَمَ مَن٠اتَّقَى بÙÙ…ÙŽØÙŽØ¨ÙŽÙ‘تÙÙ‡Ù, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَÙÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØºÙŽØ¶ÙŽØ¨Ùه٠وَعَذَابÙÙ‡ÙØŒ وَأَشْهَد٠أَنْ لاَّ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥Ùلاَّ الله٠وَØÙ’دَه٠لاَ شَرÙيْكَ لَه٠وَكَانَ اللّه٠عَلَى ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠قَدÙيْرًا، وَأَشْهَد٠أَنَّ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ø§Ù‹ عَبْدÙه٠وَرَسÙوْلÙÙ‡Ù Ø§ÙŽØ±Ù’Ø³ÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ù‡ÙØ¯ÙŽÙ‰ وَدÙيْن٠الْØÙŽÙ‚ÙÙ‘ Ù„ÙÙŠÙØ¸Ù’Ù‡ÙØ±ÙŽÙ‡Ù عَلى الدÙّيْن٠كÙÙ„ÙÙ‘Ù‡ÙØŒ صَلَّى الله٠عَلَيْه٠وَعَلَى آلÙه٠وَأَصْØÙŽØ§Ø¨Ùه٠وَمَنْ ØªÙŽØ¨ÙØ¹ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¨ÙØ¥ÙØÙ’سَان٠وَسَلَّمَ تَسْلÙيْماً ÙƒÙŽØ«Ùيْرًا(امابعد)..
Ùَيَا Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡ اÙوْصÙيْكÙمْ ÙˆÙŽØ¥Ùياَّيَ Ù†ÙŽÙÙ’Ø³Ù Ø¨ÙØªÙŽÙ‚ْوَى الله Ùَقَدْ Ùَازَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØªÙŽÙ‘Ù‚Ùوْنَ. قَالَ الله تَعَالَى ÙÙÙ‰ ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨Ùه٠الْعَزÙيْزÙ
شَهْر٠رَمَضَانَ الَّذÙÙŠ Ø£ÙنْزÙÙ„ÙŽ ÙÙÙŠÙ‡Ù Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’Ø¢ÙŽÙ†Ù Ù‡ÙØ¯Ù‹Ù‰ Ù„Ùلنَّاس٠وَبَيÙّنَات٠مÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù‡ÙØ¯ÙŽÙ‰ وَالْÙÙØ±Ù’قَان٠Ùَمَنْ Ø´ÙŽÙ‡ÙØ¯ÙŽ Ù…ÙنْكÙم٠الشَّهْرَ ÙَلْيَصÙمْه٠وَمَنْ كَانَ مَرÙيضًا أَوْ عَلَى سَÙَر٠ÙÙŽØ¹ÙØ¯ÙŽÙ‘ةٌ Ù…Ùنْ Ø£ÙŽÙŠÙŽÙ‘Ø§Ù…Ù Ø£ÙØ®ÙŽØ±ÙŽ ÙŠÙØ±Ùيد٠اللَّه٠بÙÙƒÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ÙŠÙØ³Ù’رَ وَلَا ÙŠÙØ±Ùيد٠بÙÙƒÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ³Ù’رَ ÙˆÙŽÙ„ÙØªÙكْمÙÙ„Ùوا Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ¯ÙŽÙ‘ةَ ÙˆÙŽÙ„ÙØªÙكَبÙّرÙوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكÙمْ وَلَعَلَّكÙمْ ØªÙŽØ´Ù’ÙƒÙØ±Ùونَ
Tak henti hentinya marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt, dengan upaya meninggalkan larangan dan melaksanakan pertintahnya, dan jangan sekali- kali kita mati melainkan dalam keadaan Islam.
Alangkah cepatnya peredaran masa dan pergantian tahun, alangkah cepatnya bulan rajab meninggalkan kita dan nisfu syakban pun telah lewat dari kita, sehingga kini kita kurang lebih tiga belas hari lagi akan didatangi bulan romadlon, bulan yang mulia dan penuh berkah. Menurut perhitungan ahli falak Romadlon tahun ini akan dimulai dan diakhiri secara bersama, kendatipun semuanya kita menunggu hasil sidang istbat dan pengumuman dari pemerintah kapan kita mulai berpuasa? Namun Yang utama semoga kedatangan romadlon tahun ini bagi kita akan dapat mendatangkan berkah, rahmat, keimanan, keselamatan, kesempatan untuk beramal soleh, peduli terhadap sesama, taubat dan taqwa. Karena rasanya tahun demi tahun, waktu yang telah kita lewati- kita masih senang menuruti hawa nafsu dan kehidupan duniawi kita yang serba menyenangkan. Hari- hari dihati kita masih benyak diselimuti oleh rasa iri, dengki, takabur, sombong, hasad, fitnah, amarah dan sebagainya. Kita belum banyak mengambil pelajaran dari sekian banyak peristiwa yang telah lewat dihadapan kita.
Alangkah beruntungnya orang-orang diantara kita yang telah mengerjakan berbagai amal soleh, dan menutupi banyak kekurangan dan perbuatan dosa dengan kebaikan. Dan pula alangkah ruginya diantara kita yang menyia-nyiakan waktu yang dilewati dengan banyak bermaksiat dan berbuat keburukan. Tentunya bila ini yang terjadi maka penyesalanlah yang kemudian akan dihadapi ketika bertemu dengan Hisab dari Tuhan kita :
Allah berfirman dalam Alquran surat An-naba, ayat 40:
Ø¥Ùنَّآ أَنذَرۡنَٰكÙÙ…Û¡ عَذَابٗا قَرÙيبٗا ÙŠÙŽÙˆÛ¡Ù…ÙŽ ÙŠÙŽÙ†Ø¸ÙØ±Ù ٱلۡمَرۡء٠مَا قَدَّمَتۡ يَدَاه٠وَيَقÙول٠ٱلۡكَاÙÙØ±Ù يَٰلَيۡتَنÙÙŠ ÙƒÙÙ†ØªÙ ØªÙØ±ÙŽÙ°Ø¨ÙŽÛ¢Ø§ Ù¤Ù
Artinya : pada hari itu setiap orang melihat apa saja yang pernah ia lakukan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Hal yang pertama patut dilakukan adalah kita memuji dan bersyukur kepada Allah, Swt atas akan tibanya bulan Romadlon ditengah- tengah kita, karena kedatangannya merupakan harapan yang sangat besar bagi kita, berapa banyak kawan, saudara, tetangga, sanak family kita yang berharap menjumpai bulan romadlon, ternyata hanya tinggal harapan- karena mendahului harus dipanggil menghadap Tuhan. Yaitu-Allah swt. Kita berdoa semoga orang orang muslim saudara kita yang telah mendahului kita senantiasa mendapat ampunan dari dosa dan kesalahan, keselamatan, rahmat, ridlo, surga. Semoga pula kelak, ketika kita telah menjadi penghuni kubur akan dirahmati oleh Allah sebagaimana orang- orang yang mendahului kita. Amien
Rasa syukur atas datangnya bulan romadlon adalah keniscayaan bagi kita, betapa banyak kemuliaan yang akan kita peroleh tatkala romadlon esok datang, kita hadapi kehadiran romadlon dengan perasaan gembira dan senang sebagai bentuk syukur kita, kita akan dipertemukan dengan suasana yang menggembirakan, berkumpul bersama dengan keluarga menunggu saat datang berbuka puasa, pergi sholat tarowih bersama, tadarus alquran, bangun dipagi hari untuk berdzikir, sholat sunat dan melaksanakan sahur, serta pergi sholat berjamaah di waktu subuh dilanjutkan dengan pengajian kuliah subuh. Pada bulan puasa kita menyiapkan diri untuk banyak menyebut nama Tuhan kita dimanapun, kapanpun dan apapun profesi kita,- kita hadirkan Tuhan kita, Allah swt dalam setiap perilaku kita,- kita besarkan asma Tuhan dalam setiap langkah kita, sebagai implementasi rasa syukur atas segala yang telah Allah berikan dan kini menjadi milik kita. Allah telah memberikan sangat banyak karunia yang kita tak mampu untuk menghitungnya, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah Surat Annahl ayat 18 :
ÙˆÙŽØ¥ÙÙ† ØªÙŽØ¹ÙØ¯Ùّواْ Ù†ÙØ¹Û¡Ù…َةَ ٱللَّه٠لَا ØªÙØÛ¡ØµÙوهَآۗ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ ٱللَّهَ لَغَÙÙورٞ رَّØÙيمٞ ١٨
Artinya : dan jika kalian menghitung nikmat nikmat Allah maka kalian tidak dapat menghitungnya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha Penyayang.
Implementasi atau wujud rasa syukur juga suatu upaya kita untuk memasukan rasa bahagia yang kita miliki kepada orang lain sehingga orang lain dapat merasakan kebahagiaan juga. Ketika kita bahagia atas nikmatnya berbuka, misalnya sebagai bentuk rasa syukur kita dapat memberikan kepada orang lain yang tak berpunya untuk ikut bisa menikmati rasa nikmatnya berbuka. – kita dapat berbagi kepada sesama. Bulan romadlon kita hiasi dengan semangat membayar zakat, berinfaq dan sedekah, jangan ada sedikitpun terbersit pada hati kita keinginan untuk tidak mau bersedekah dengan dalih kita termasuk orang yang tidak punya, berapapun yang kita miliki disana ada kesempatan untuk bersedekah kepada orang lain. Karena walau sekecil apapun kebaikan yang kita berikan pasti kita akan dapat memanen hasilnya. itulah bentuk syukur kita yang dalam Alqur”an disebutnya dengan :
وَأَمَّا بÙÙ†ÙØ¹Û¡Ù…َة٠رَبÙّكَ ÙÙŽØÙŽØ¯Ùّثۡ ١١
Dan dengan nikmat Allah maka sampaikanlah.
atas datangnya bulan Romadlon setiap muslim adalah wajib untuk mensyukurinya sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat Annahl Ayat 114 :
ÙÙŽÙƒÙÙ„Ùواْ Ù…Ùمَّا رَزَقَكÙم٠ٱللَّه٠ØÙŽÙ„َٰلٗا Ø·ÙŽÙŠÙّبٗا ÙˆÙŽÙ±Ø´Û¡ÙƒÙØ±Ùواْ Ù†ÙØ¹Û¡Ù…َتَ ٱللَّه٠إÙÙ† ÙƒÙنتÙÙ…Û¡ Ø¥ÙÙŠÙŽÙ‘Ø§Ù‡Ù ØªÙŽØ¹Û¡Ø¨ÙØ¯Ùونَ ١١٤
Artinya : Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan kepadamu; dan syukurilah nikmat- nikmat Allah jika kalian benar-benar mengabdi kepadaNya.
Para salaf saleh dalam mewujudkan syukur menghadapi bulan romadlon dengan menampakan sikap gembira dan memperbanyak berdoa yang dilakukanya semenjak bulan Rojab datang, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh, khususnya pada malam pertengahan bulan syakban, doa yang dipanjatkan:
الّلهÙÙ…ÙŽÙ‘ بَارÙكْ لَنَا ÙÙÙ‰ رَجَبَ ÙˆÙŽ شَعْبَانَ وَبَلÙّغْنَا رَمَضَانَ
“Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana.”
artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.
Banyak biografi nabi SAW sebagai ungkapan rasa syukur Rosullullah menyampaikan Berita gembira akan datangnya bulan romadlon yang disampaikan di jumat terakhir bulan syakban, setelah memuji dan bersyukur kepada Allah beliau memulai khutbahnya, “ Wahai manusia akan datang bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan,yaitu bulan romadlon, Allah swt mewajibkan puasa didalamnya, membalas orang yang melakukan kebaikan dan kebajikan (selain yang wajib) sama dengan orang yang melakukan kewajiban pada bulan lainya, siapa yang pada bulan itu melakukan kewajiban laksana orang yang orang yang dibulan lain melakukan tujuh puluh kewajiban.” Untuk membangun semangat berbuat ibadah dan kebaikan di bulan penuh berkah ini juga disampaikan oleh nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadistnya :
عنأبيهريرةقالَ: ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽØ±Ø³ÙˆÙ„ÙØ§Ù„Ù„Ù‡ÙØµÙ„ÙŠØ§Ù„Ù„Ù‡Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ÙˆØ³Ù„Ù…ÙŠÙØ¨ÙŽØ´ÙÙ‘Ø±ÙØ£ØµÙ’ØÙŽØ§Ø¨ÙŽØ©ÙيقولÙ: “قَدْجَاءَكÙÙ…Ù’Ø´ÙŽÙ‡Ù’Ø±ÙØ±ÙŽÙ…ÙŽØ¶Ø§Ù†ÙŽØ´ÙŽÙ‡Ù’Ø±ÙŒÙ…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙŒÙÙŽØ±ÙŽØ¶ÙŽØ§Ù„Ù„Ù‡ÙØ¹Ù„يكمصÙÙŠÙŽØ§Ù…ÙŽÙ‡ÙØŒØªÙÙَتَّØÙÙÙŠÙ‡Ø£Ø¨ÙˆØ§Ø¨ÙØ§Ù„جَنَّةÙوَتغلَّقÙÙÙŠÙ‡Ø£Ø¨ÙˆØ§Ø¨ÙØ§Ù„Ù†ÙŽÙ‘Ø§Ø±ÙØŒÙÙŠÙ‡Ù„ÙŽÙŠÙ’Ù„ÙŽØ©ÙØ®ÙŽÙŠÙ’رٌمنألÙÙØ´ÙŽÙ‡Ù’Ø±ÙØŒÙ…ÙŽÙ†ØÙرÙمَخَيْرَهاÙقدØÙرÙÙ…ÙŽ“. وهذالَÙÙ’Ø¸ÙØÙ…Ø§Ø¯Ø¨Ù†Ø²ÙŠØ¯. أخرجهالنسائيÙÙ‘
Artinya : Bulan Romadlon telah tiba kepada kalian, bulan romadlon adalah bulan yang diberkati. Didalamnya Allah mewajibkan kalian puasa. Didalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan- setan yang membangkang dibelenggu. Dan didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapapun yang diharamkan mendapat kebaikan maka ia tidak akan mendapat kebaikan dibulan Romadlon.
Hadirin Rohima Kumullah
Selanjutnya menghadapi bulan Romadlon sebagai bulan pengampunan yang perlu dipersiapkan oleh seorang mukmin adalah persiapan ruhiyah–tazkiyatun nafs penyucian jiwa, yaitu dikembangkanya jiwa pemaaf kepada sesama, kendatipun perlu dijelaskan tidak ada teks hadist yang menjelaskan bahwa rosulullah dan para sahabatnya membiasakan minta maaf menjelang romadlon. Sebagaimana pula juga tidak ada hadist yang menjelaskan saling memaafkan diawal bulan sawal. Namun memaafkan adalah bentuk tazkiyatun nafs, penyucian jiwa yang dapat dilakukan kapan saja, maka memasuki bulan romadlon dengan telah diiringi sifat saling memaafkan adalah keniscayaan bagi kita sehingga kita berpuasa dan beribadah dalam keadaan jiwa yang bersih dan mulia. Disamping itu substansi dari ajaran puasa itu sendiri adalah meletakkan manusia pada predikat Taqwa yang telah disediakan ampunan dan surga . salah satu pilar ketaqwaan adalah kehadiran manusia untuk mau memafkan kepada sesame, disamping tidak adanya amarah dan dendam serta mau berbagi dalam keadaan lapang maupun sempit, disampaikan dalam Alquran surat ali imron ayat 133 dan 134 :
ÛžÙˆÙŽØ³ÙŽØ§Ø±ÙØ¹Ùوٓاْ Ø¥Ùلَىٰ مَغۡÙÙØ±ÙŽØ©Ù– Ù…Ùّن رَّبÙّكÙÙ…Û¡ وَجَنَّة٠عَرۡضÙهَا Ù±Ù„Ø³ÙŽÙ‘Ù…ÙŽÙ°ÙˆÙŽÙ°ØªÙ ÙˆÙŽÙ±Ù„Û¡Ø£ÙŽØ±Û¡Ø¶Ù Ø£ÙØ¹Ùدَّتۡ Ù„ÙÙ„Û¡Ù…ÙØªÙŽÙ‘Ù‚Ùينَ ١٣٣
ٱلَّذÙينَ ÙŠÙÙ†ÙÙÙ‚Ùونَ ÙÙÙŠ ٱلسَّرَّآء٠وَٱلضَّرَّآء٠وَٱلۡكَٰظÙÙ…Ùينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَاÙÙينَ عَن٠ٱلنَّاسÙÛ— ÙˆÙŽÙ±Ù„Ù„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ÙŠÙØÙØ¨ÙÙ‘ Ù±Ù„Û¡Ù…ÙØÛ¡Ø³ÙÙ†Ùينَ ١٣٤
Artinya : Dan segeralah kamu kepada ampunan kepada Tuhanmu dan telah disediakan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang yang bertaqwa, yaitu orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya dan orang yang memaafkan kesalahan orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
bila kita memiliki jiwa pemaaf, selain kita akan dihormati, dimuliakan dan banyak kawan, kitapun akan dapat memetik kemuliaan kelak hidup di akherat, sebagaimana hadist rosulullah SAW :
ما نقصت صدقة من مال, وما زاد الله عبدا بعÙÙˆ إلا عزا, وما تواضع عبد لله إلا Ø±ÙØ¹Ù‡ الله
“Tidaklah shodaqoh itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan sifat memaafkan kecuali kemuliaan, serta tidaklah seorang hamba merendahkan diri karena Allah melainkan Allah meninggikan derajatnya”. (HR. Muslim)
Hadirin Rokhimakumullah
Mari kita sambut kedatangan bulan romadhon yang penuh rahmat ini dengan menebar rahmat dan kasih sayang, kita tingkatkan semangat persaudaraan, toleransi, antar sesama kita umat Islam dan jauhilah segala percekcokan, pertengkaran, permusuhan, perpecahan dan aniaya. Kita perintahkan anak kita laki maupun perempuan untuk berpuasa khususnya bagi yang sudah mampu, sehingga selain itu karena kewajiban kita, kitapun akan mendapat pahala karenanya.
Para salaf sholeh juga menghadapi bulan romadlon dengan membuat program dan rencana apa yang akan dilakukan serta mengawalnya dengan sangat ketat. Sejak dari sekarang kita berencana untuk esok romadlon solat tarowih dilakukan dengan lengkap, berapa kali akan hatam Alquran, senantiasa solat jamaah, berapa banyak sedekah, infaq, sodakoh yang akan dikeluarkan, dan kemana pula diberikan. Sehingga harapan kita- kita akan dapat melaksanakan puasa romadlon, dengan banyak disertai amal kebaikan,dan puasa kita akan menjadi sempurna. Niat akan menabur kebaikanpun di bulan romadlon telah jauh kita launcing atau canangkan sehingga kita akan mendapat nilai pahala karenanya.
Hadirin yang yang dimuliakan Allah
Selain kita terus berupaya memperbaiki puasa kita dengan terus mendalami tata cara atau fikih puasa, juga diharapkan kita dapat bersungguh- sungguh untuk memenuhi segala macam bentuk ibadah dan kebaikan dibulan romadlon, karena kesempatan baik ini jangan biarkan untuk pergi sebelum kita dapat mengisinya dengan berbagai kebaikan, karena juga belum tentu kita akan dapat bertemu kembali dengan bulan romadlon berikutnya dan tahun yang akan datang.
Hadirin Rohima kumullah.
Puasa yang kita lakukan mendatang harus pula mampu menjadi sarana melakukan revolusi mental dan jiwa kita, dengan puasa yang kita lakukan akan menghadirkan jiwa kita yang bersih, yaitu jiwa yang terjauh dari semangat rutinitas kepentingan duniawi semata. Bahkan jiwa yang menjadikan materi sebagai tujuan dari seluruh aktifitas kehidupan, sehingga tanpa pandang bulu dengan cara apapun yang penting keinginan duniawi dapat terpenuhi, puasa harus memerdekakan terbelenggunya jiwa atas unsur materi itu. Rosulullah mensinyalir ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan hakekat puasa, yang diperoleh hanya lapar dan dahaga, karena dalam berpuasa hanya formalitas ibadah tidak menjadikan puasa sebagai sarana mengobati penyakit dan membangun jiwa kita. Fenomena kerusuhan sosial, munculnya pemalsuan produk makanan dan profesi, saling hujat antar kelompok, penyalahgunaan narkoba, perdagangan perempuan dan anak adalah contoh problem sosial karena jiwa yang perlu dibersihkan dan dibangun, semoga puasa kita termasuk puasa yang bermakna dan sempurna, Amien.