Tetap disiplin 5M dan terapkan protokol kesehatan Mari tetap di rumah, dan doakan pandemi segera berakhir. Dari Rumah untuk Indonesia #PrayFromHome || " AYO IMUNISASI, BERSATU SEHATKAN NEGERI " ||

Berita


Bimtek EDM dan e-RKAM Kemenag Kota Pekalongan

2020-12-15 14:58:11

Kota Pekalongan – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan Maksum membuka kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Penerapan EDM dan E-RKAM bagi Tim Inti Madrasah di Jawa Tengah -2. Di Hotel Istana  Pekalongan,Senin 14 Desember 2020. Kegiatan ini terjalin atas kerja sama antara Kemenag RI dengan Bank Dunia  (World Bank). Bimtek diselenggarakan selama 5 hari mulai dari tanggal 14 hingga 18 Desember 2020.

Pada kesempatan kali ini Kegiatan ini ikuti oleh   8 rombel yang terdiri dari 7 Madrasah Ibtidaiyah dan 1 Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Pekalongan Utara. EDM , yakni Evaluasi Diri Madrasah. Sedangkan E-RKAM merupakan Rencana Kerja Anggaran Madrasah berbasis elektronik. Dalam  sambutannnya Maksum menyampaikan bahwa Bahwa “Alhamdulillah mulai Tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 Kementerian Agama berkaitan ada kerja sama dengan BANK Dunia dengan perbaikan  madrasah “ oleh karena itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Modernisasi Pendidikan ini sangat berubah dan dinamis, perkembangan teknologi informasi, tengah merubah gaya hidup sosial bahkan pendidikan. Tambahnya. Beliau juga mengingatkan bahwa Anggaran Kementerian Agama berbeda dengan Anggaran Dinas Pendidikan  atau kementerian yang lain. Anggaran Kementerian Agama kelihatan besar itu untuk seluruh kegiatan dari MI sampai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia , untuk gaji, sertifikasi dll.

Di Akhir sambutannya beliau berpesan agar kita senantiasa menyiapkan diri dalam menghapi era IT saat ini kalo kita menguasai IT insya Allah Kemenag akan maju.


Bintek Peningkatan Mutu KUA

2020-09-24 15:05:52

Kota Pekalongan , Acara Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Pelayanan KUA Kementerian Agama Kota Pekalongan dibuka oleh Kakankemenag Kota Pekalongan Maksum , Rabu 23 September 2020 di Hotel Shantika Jalan Gajah Mada Pekalongan. Dalam sambutannya maksum  mengatakan “ Kondisi KUA sekarang berbeda jauh dengan keadaan KUA dulu . KUA sekarang dituntut untuk melakukan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat”. Sedangkan jumlah pegawai KUA yang ada sekarang masih sangat kurang  . oleh karena itu setiap pegawai kUA harus siap siap melaksanakan “ndobel” tugas dalam arti siap selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan walaupun pekerjaan itu bukan tupoksinya. Jelasnya. Lebih lanjut belaiu mengingatkan “ Berdasarkan PP 30 tahun 2019 setiap PNS harus membuat laporan kegiatan Harian dan laporan kegiatan Bulanan” Oleh karena itu beliau berpesan agar sesibuk apapun pegawai  harus tetap menyempatkan untuk membuat Laporan Kegiatan Harian ( LCKH ) dan Laporan Kegiatan BUlana ( LCKB )Agar apa yang dikerjakan ada buktinya dan tercatat. Sementara itu Kasi Bimas Islam  Mohamad Yahya dalam laporannya menyampaikan kegiatan Bintek ini dibiayai oleh dana DIPA Bimas Islam Kankemenag Kota pekalongan. Sedangkan peserta kegiaatan ini berasal dari Para Kepala KUA dan Penghulu se Kota Pekalongan , para penyuluh Agama baik PNS maupun non PNS , para pelaksana di KUA Se Kota Pekalongan dan para pegawai yang berkaitan dengan pelayanan KUA di Lingkungan Kankemenag kota Pekalogan. Nara sumber diantaranya Kakankemang kota Pekalongan Maksum , Mohamad Ikrarudin dari dukcapil,kota Pekalongan, Tri murdiasih dari Dinas Kesehatan Kota pekalongan dan Agus Suryo Suripto Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemang Provinsi Jawa Tengah.


Sejumlah Guru Rakor Simulasi AKMu MI, MTs, MA di kota Pekalongan ikuti simulasi AKM Di aula Kemenag kota Pekalongan

2020-08-06 08:47:17

Kota Pekalongan  – Asasmen Kompetensi   Minimum (AKM) adalah kompetensi  minimal yang harus dikuasai oleh siswa. AKM ini merupakan salah satu  inisiatif merdeka belajar yang di rumuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Rencananya AKM ini akan mengantikan Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021. Agar terlaksana dengan baik AKM mulai di sosialisasikan dan disimulasikan kepada para guru khususnya di lingkungan kementrian agama kota pekalongan.

“ terkait persiapan AKM di kota Pekalongan ini masih tahap pelatihan untuk proktor dan nantinya sistem AKM di kota Pekalongan akan dilakukan secara online penuh karena sebagian besar sekolah di lingkungan kota Pekalongan sedah mempunyai akses internet yang bagus” tutur  Mahfudz perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan dalam memberikan sambutan pada acara Rakor Skala kecil AKM di Aula Kankemenag Kota Pekalongan Rabu 5 Agustus 2020.

Asesmen Komprtisi Minimum (AKM) ini akan dilaksanakan di semua tingkat pendidikan baik MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK semuanya akan melakukan AKM sebagai pengganti Ujian Nasional (UN), tetapi pada tingkat MI/SD ini adalah suatu hal baru karena di tingkat MI/SD belum pernah melakukan ujian berbasis online maupun semi online, ini menjadi perhatian khusus dari kementrian.

Pelaksanaan Simulasi ini Bertujuan untuk Memperkenalkan kepada Sekolah baik para kepala Sekolah, para Guru dan Siswa tentang AKM terkhusus mengenai soal yang akan diujikan. Dan juga membiasakan kepada Siswa akan adanya tes AKM termasuk metode penilaian berdasarkan kemampuan bernalar dan penguatan pendidikan karakter. Dalam hal ini tentunya para Sekolah-sekolah harus mempersiapkan matang-matang. Namun ada juga yang  masih kebingungan mengenai pelaksanaan ujian AKM seperti Siswa-siswa MI yang mungkin Masih sangat awam mengenai internet. Titiani, salah satu guru di MI S Bumirejo mengaku masih kebingungan dengan adanya AKM “saya masih kebingungan mengenai pelaksanaan AKM, karena baru akan diadakan. Saya harap nanti Operator bisa semaksimal mungkin dalam pelaksanaan AKM. Dan juga sekolah kami belum ada LAB Komputer, jadi saya berharap dari pihak Kemenag sudah menyiapkan pelaksanaan AKM akan ditempatkan dimana.” Jelas Titiani. Sementara itu, SatKer dari MAN 1 Pekalongan, Muhammad Jaelani menyatakan adanya smiluasi AKM ini mengaku kaget karena porsi soal dan bentuk soalnya berbeda “saya merasa kaget karena bentuk soalnya kalo yang UN tahun lalu Cuma pilihan ganda 50 dan juga esai namun kalau AKM sendiri lebih ke Penalaran Literasi yang akan dinilai.” Jelas Jaelani. Dengan adanya kebijakan Pemerintah adanya AKM ini diharapkan bisa menambah kualitas akademik para siswa dan juga diharapkan para guru termotivasi untuk memperbaiki mutu proses pembelajaran di kelas. ( Qy )


Tasyakuran Iedul Adha dan Khotmil Qur'an

2020-08-04 14:28:25

Kota Pekalongan.   Suasana dalam  Aula Kankemenag Kota Pekalongan pagi itu begitu khusyu’. Karyawan karyawati   KanKemenag Kota Pekalongan duduk bersila berjajar  rapi tapi berjarak , yang laki laki memakai peci yang perempuan memakai  jilbab  , di tangan mereka memangku mushaf Al Qur’an dan mulut mereka bergerak gerak melantunan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan suara pelan membuat  susasana jadi begitu syahdu. Begitulah kira kira gambaran umum suasana acara  Tasyakuran Iedul Adha dan Khotmil Qur’an  Pegawai KanKemenag Kota Pekalongan . Acara dilaksanakan pada hari Senin 03 Agustus 2020 dimulai pukul 10.00 WIB bertempat di Aula KaKemenag Kota Pekalongan. Hadir pada acara tersebut Kepala Kankemenag Kota Pekalongan, Para Kasi dan Gara ,  Pengawas, Penyuluh dan Seluruh ASN KanKemenag Kota Pekalongan ditambah para penyuluh Honorer  Se Kota Pekalongan . Dalam sambutannya KanKemenag Kota pekalongan Maksum menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran para pegawai semuanya . “ acara hari ini adalah Tasyakuran Iedul Adha atau qurban dan sekaligus Khotmil Qur’an Bulanan “ Jelas Maksum. “Tasyakuran  karena kita telah diberi rezeki oleh Allah sehingga bisa berqurban” Tambahnya . Jumlah herwan yang dibagikan tahun ini sejumlah 10 ekor kambing, dan dibagikan ke sepuluh tempat daerah biaan Kankemenag Kota Pekalogan.  Selanjutnya Kakankemenag Kota Pekalongan  juga mengajak hadirin untuk berdoa semoga wabah covid 19 yang melanda segera hilang dari dunia ini khususnya dari  Indonesia.  Tambah Maksum. Di akhir sambutanny a Maksum berpesan agar acara KHotmil Qur’an ini tetap dilaksanakan tiap bulan sekali .  Acara Khotmil  Qur’an kali ini dipimpin oleh Ustad Irawan  berlangsung sekitar  30 menit  dan ditutup dengan doa’ Tahtim Qur’an oleh Ustad Masykuri.  Selanjutnya para hadirin dipersilakan makan bersama , kali ini menu agak special tidak seperti biasanya denga menu nasi bungkus tapi ada sate dan gule ( Qy )


10 Ekor Kambing dari ASN Kankemenag Kota Pekalongan

2020-08-04 09:26:22

Kota Pekalongan - Sebagai  wujud pembinaan keagamaan sekaligus kepedulian  kepada masyarakat ,  ASN Kankemenag kota Pekalongan kamis , 30 Juli 2020 membagikan  bantuan 10 ekor kambing kepada masyarakat, yang dibagikan secara marathon pada hari itu juga di sepuluh tempat antara lain :

1. MI Mambaul Ulum  Bendan Pekalongan

2. SMA Hasyim Asy’ari  Noyontaan Pekalongan

3. Ponpes Al Nahruni , Jl Jendral Sudirman Pekalongan

4. Majlis Ta’li Nurul Qur’an , Bandengan Pekalongan

5. Ponpes Al Hadi,  Panjang WEtan GG.1 Pekalongan

6. Baitul Mal Hidayatullah,  GG. H Palal Podosugih Pekalongan

7. Yayasan disabilitas Muslim Indonesia , Kradenan GG.2 Pekalongan

8. Ponpes Syafi’I Akrom , Buaran Pekalongan

9. Panti Asuhan Dewi Aminah, Keputran Pekalongan

10. MI Sudirman, JL. Kusumabangsa Pekalongan

Hadir dalam pembagian hewan qurban KaKankemang Kota Pekalongan Maksum, Kasubag TU Masrukin, Gara Zakat dan Wakaf M. Thohirun dan beberapa JFU Kankemenag Kota pekalongan. Pembagian dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 12,30 WIB. Pembagian hewan qurban ini sudah berjalan sudah 2 tahun  berkat  kerjasama yang baik semua  ASN Kankemanag Kota pekalongan mulai dari pengumpulan dana , penentuan  tempat tujuan pembagian , pembelian hewan qurban,  sampai pembagian hewan qurban.   Bantuan hewan Qurban dibagikan ke tempat tempat binaan KanKemenag Kota Pekalongan, “Semula Bantuan ini akan belikan berupa dua ekor Sapi tapi atas saran para kasi dengan pertimbangan bisa lebih merata ke berbagai tempat akhirnya dibelikan 10 ekor Kambing” Jelas M Thohirun ketika menjawab pertanyaan.


Temu FGD SKKNI Kota Pekalongan

2020-07-16 14:19:17

Kota Pekalongan , Pembinaan Lembaga  Forum Group Discussion Standar Kwalisifikasi dan Kompentensi  Nadzir Indonesia  ( FGD SKKNI ) dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Juli  2020 di Aula Kankemenag Kota Pekalongan , diawali dengan laporan Ketua panitia penyelenggara oleh M. Thohirun Kepala seksi Penyelenggara Zakat dan wakaf Kankemenag kota pekalongan. Dalam laporan disampaikan bahwa “ Tujuan diadakan Pembinaan Lembaga  Forum Group Discussion Standar Kwalisifikasi dan Kompetensi Nadzir Indonesia ( FGD SKKN  ) adalah untuk mensosialisasikan program program Kementerian Agama , dalam hal ini  bagian penyelenggara zakat dan wakaf”.Ucap  M Thohirun   Terutama dalam upaya peningkatan pengelolaan wakaf dan pendayagunaanya agar lebih produktif , efektif dan tepat sasaran. Tambahnya   Hadir pada acara tersebut Ka.Kankemenag Kota Pekalongan  Maksum, Ketua BWI Kota Pekalongan Tubagus Surur. Dalam sambutannya Kakankemenag Kota Pekalongan mengigatkan bhwa tugas nadzir adalah sungguh berat.  “ Masih lumayan kalau jadi nadzir pada wakaf produktif yang sudah jadi “ imbuhnya. Tapi kalau jadi nadzir wakaf tanah  kosong  yang diperntukkan untuk masjid ini menjadi tugas berat nadzir . Karena ini berarti menjadi tugas nadzir untuk mengelola tanah tersebut agar menjadi masjid.Dari mana dananya bagaimana mengerjakannya dan bagaimana merawatnya ketika sudah menjadi Masjid . sungguh bukan pekerjaan yang mudah dan ringan , jelas  Maksum. Lebih jauh beliau mengingatkan  agar dalam mengelola wakaf harus hati hati dan teliti , lebih lebih mengelola wakaf produktif , harus dilksanakan sesuai dengan aturan aturan yang ada  , dan sebagai  imbalan nadzir diperkenankan mendapat hak 10 % dari harta wakaf yang dikelola sesuai dengan UU no.41 tahun 2004 tentang Wakaf sebab apabila dikelola asal asalan bisa jadi wakaf tersebut terlantar dan tidak tercapai apa yang diamanatkan oleh wakif  untuk mengelola wakaf tersebut.  Maksum juga mengingatkan bahwa acara ini adalah Forum Group discussion bukan pertemuan biasa. “Forum Group discussion berbeda dengan rapat biasa , kalau rapat biasa yang berbicara hanya pimpinan rapat dan peserta yang mau usul atau memberi saran, tapi kalu FGD ada semacam kewajiban bagi semua peserta untuk menyampaikan pendapatnya, jadi diharapkan nanti semua peserta menyampaikan pendapatnya “ Jelas maksum.   Ketua BWI Kota pekalongan yang berkesempatan memberikan sambutan mengingatkan bahwa “ Wakaf sebenarnya sudah menjadi  kepentingan Umat islam sejak dulu, sejak umat Islam ada di Indonesia. “ Walaupun Indonesia bukan Negara Islam tetapi hal hal yang berkaitan dengan Islam di akomodir oleh pemerintah diantaranya masalah perkwainan ada Undang-Undang Perkawinan  , masalah zakat ada Undang-undang Zakat dan yang kita bahas saat  ini  soal wakaf ada UU Wakaf ( UU no.41 tahun 2004 ), tinggal kita mau melaksanakan atau tidak . Jelas Tubagus surur  .” Wakaf itu Fiqih Muamalah  bukan murni fiqih ibadah beda dengan zakat . mestinya ada tren atau pemikiran yang maju utuk  bagaimana mempertajam merinci  bahkan membuat aturan atau undang undang yang yang lebih baik yang pada akhirnya dapat membuat wakaf ini bisa lebih bermanfat bagi kemaslahatan umat. Misalnya dalam Undang Undang Wakaf itu ada bab tentang pengelolaan benda - benda wakaf .  dalam undang undang bisa ditambahkan atau diperjelas atau dirinci yang detai lagi sehingga penerapannya tidak multi tafsir.  jelas Tubagus Surur. Acara hari itu dihadiri  juga oleh perwakilan nadzir  bukan semua nadzir se Kota pekalongan mengingat masih dalam suasana wabah covid 19 maka yang di undang hanya perwakilan saja  berjumlah sekitar 15 orang dan tetap melaksanakan protocol kesehatan saat covid 19. acara ditutup pada pukul 12.00 WIB ( Qy )


MONEV DI KUA KEC. PEKALONGAN SELATAN

2020-07-15 08:44:28

Kota Pekalongan, Sebagai tindak lanjut pengawasan terhadap kinerja pelayanan Kantor Urusan Agama Seksi  Bimas Islam KanKemenag Kota Pekalongan  Selasa 14 Juli 2020 melaksanakan Monitoring Evaluasi di Kantor Urusan Agama Kec. Pekalongan Selatan . Hadir pada acara tersebut  Kasi  Bimas  Mohamad Yahya , beserta rombongan , Seluruh ASN  KUA Kec. Pekalongan Selatan para penyuluh PNS dan Penyuluh Honorer  KUA Kec. Pekalongan Selatan    Dalam sambutannya Kasi Bimas Islam Moh Yahya mengingatkan bahwa  KUA adalah Unit terkecil  dari kementerian Agama   yang berhadapan langsung dengan masyarakat . Sementara ada kesan di masyarakat bahwa tugas KUA itu hanya bertugas menikahkan saja, oleh karena itu menjadi tugas bersama untuk merubah kesan tersebut. “ Kita berusaha untuk menunjukkkan  pada masyarakat bahwa KUA itu tidak hanya melayani masalah pernikahan saja tetapi komplit ada pelayanan Kemasjidan, pelayanan konsultasi  Zakat, Wakaf  ada Penyuluhan  dan lain-lain “. Harap Yahya. Oleh karena itu peran penyuluh sangat di harapkan untuk merubah kesan tersebut. Mengingat Penyuluh di KUA sekarang ada 8 bahkan 10 orang  yang mempunyai spesifikasi masing masing, ada bidang , wakaf, bidang kemasjidan , ada HIP, Keluarga akinah , radikalisme dan  lain lain .  Selanjutnya Moh yahya juga mengingatkan kua  dalam kaitan urusan  pernikahan agar KUA menggunakan aplikasi yang diwajibkan . “KUA wajib menggunakan Aplikasi  SIMKAH WEB , dan itu harus  selalu di update , hari ini daftar hari ini di entry ,jangan sampai berkas numpuk numpuk baru di entry”.  Pesan yahya. Memang pada awal perkembangan wabah covid 19 sekitar bulan maret 2020 server SIMKAH WEB sempat ditutup, sehigga saat itu mungkin banyak berkas yang numpuk tidak dientry.namun setelah masa new normal  hal ini jangan sampai terjadi , tambahnya.  Dalam hal pelaksanaan akad nikah ia mengingatkan agar pelaksanaan akad nikah baik di kantor maupun di luar kantor agar memperhatikan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak menyediakan hand santazier , membatasi  jumlah orang yang hadir dalam pelaksanaan akad nikah  walaupun saat ini dikatakan sebagai masa  New Normal. ‘’ Demikian juga penyuluh Agama dalam memberikan penyuluhan di tempat penyuluhan  agar membatasi jumlah peserta yang hadir , maksimal 30 orang , kecuali   kalau wabah covid 19 sudah selesai yang hadir bisa seperlti semula.  Dalam hal data kemasjidan Moh yahya menginformasikan bahwa aplikasi simas selama ini belum bisa digunakan karena masih digunakan Kanwil untuk mengupdate jumlah masjid yang baru , aplikasi baru bisa digunakan sekitar awal  bulan Agustus .Dia juga mengingatkan bahwa saat ini data masjid belum falit . “ Di jawa tengah adad perbedaan data antara data Kanwil Kementerian Agama dan data di Pemprov Jawa Tengah , ada perbedaan sekitar 50.000 data , ini bukan jumlah yang sedikit “ tegas Yahha .  Disamping itu ia juga  berpesan dalam update data masjid nanti kalau bisa ada data sejarah berdirinya masjid  agar lebih lengkap,  Acara monev ini berjalan sekitar 3 jam  mulai pukul 09.00 sampai pukul 12.00 WIB. Hal yang  di monev antara lain Pelayanan Pernikahan dengan SIMKAH WEB , menyangkut pendaftaran , pemeriksaan nimah sampai degan pencetakan Surat NIkah, kemudian system penyimpanan arsip, pengelolaan PNBP dan lain lain yang berkaitan dengan Kinerja KUA. (Qy )


Rakor FKUB di Masa new Normal

2020-07-09 15:06:34

Kota Pekalongan .Rabu 08 Juli 2020. “Konsentrasi FKUB adalah kerukunan tidak memandang bd agama beda suku, etnis , sekte , aliran dan lain lain “ . Ujar Ketua FKUB Kota Pekalongan Marzuki mengawali sambutan sekaligus memberikan materi pada acara Rakor FKUB dan Ormas Islam Kota Pekalongan . Masih dalam suasana New normal acara diselenggarakan pada Hari Rabu 08 Juli 2020 bertempat di Aula MAN 01 Pekalongan. Hadir pada acara tersebut Ka.kankemenag Kota Pekalongan yang juga sebagai pemateri, Anggota FKUB Kota pekalongan perwakilan ormas Islam se Kota pekalongan seperti Nahdhatul Ulama . Muhammadiyah , Al Irsyad  dan lain lain hadir juga juga perwakailan ormas islam wanita dan pemuda se Kota Pekalongan  sejumlah kurang lebih 40 orang . Karena masih dalam suasana New Normal maka protocol kesehatan teta diterapkan  seperti semua peserta wajib pakai masker , sebelum masuk ruangan cuci tangan  dan di tes suhu badan .Lebih lanjut Marzuki berharap agar FKUB Kota Pekalongan tidak hanya berperan sebagai “Pemadam Kebakaran “ dalam arti berusaha menyelesaikan masalah jika ada permasalah di antara masyarakat, tetapi berperan juga bagaimana mencegah agar tidak terjadi kerusuhan ataupun keributan. Marzuki bersyukur atas capaian kerja keras semua anggota FKUB sehingga sekarang FKUB bisa berdiri seimbang dengan ormas ormas yang lain . “ Dalam hal apapun ketika ada rapat rapat  disamping NU dan Muhammadiyah FKUB pasti selalu diundang di dengar  suaranya dan dimintai pertimbangannya, Karena memang FKUB berusaha menjadi “Nafian linnas” bermanfaat untuk semuanya “ jelasnya. Dalam kesempatan itu Marzuki juga bercerita sekilas ttg perjalanan berdirinya FKUB dimulai dari adanya Paguyuban Lintas Agama yang didirikan Habib Luthfi dan dilanjutkan FKUB, yang merubah kota Pekalongan yang dulunya terkenal kota sumbu pendek  yang mudah terjadi gesekan antar masyarakat apalagi masa masa pergantian pimpinan, menjadi kota tanpa sumbu dalam arti yang cukup adem ayem tidak mudah terkena hasutan . Berkaitan dengan maraknya pro Kontra RUU HIP marzuki mengingatkan  “ Negara ini kita bentuk bersama sama, kita dirikan bersama sama dari semua komponen ada kelompok agama ada kelompok yang lain  yang semuanya berjasa,jangan ada yang merasa paling berjasa di negeri ini tapi semuanya berjasa , tidak ada mayoritas tidak ada minoritas  ,ini semua bisa kita lihat dengan membaca buku sejarah yang benar ”. Selanjutnya Marzuki menyampaikan sejarah terbentuk nya Sila sila Pancasila secara runtut. Dimaksudkan agar para peserta rakor  tahu dari sumber yang benar bukan dari yang lain yang bertebaran di medsos sehingga tidak salah faham.

Ka. Kankemenag Kota pekalongan  Maksum  dalam sambutannya menegaskan bahwa “Agama yang diakui Negara saat ini ada 6 yaitu  Islam ,Katholik , Kristen Protestan , Hindu, Budha, dan Konghucu, namun agama yang terakhir ini masih banyak yang belum tahu” oleh karena itu menjadi tugas FKUB untuk mensosialisasikannya  agar tidak ada lagi yang menganggap Konghucu itu bukan agama . Selanjutnya Maksum mengingatkan bahwa sebenarnya di masing-masing  agama itu banyak aliran aliran atau sekte sekte. Seperti di Islam ada Sunni dan Syiah , mazhab syafi’i, maliki , hambali dan lain lain , demikian juga di Kristen Protestan , hindu budha  dan lain lain. Namun kalau kita cermati dari sekian banyak aliran yang ada di semua Agama  intinya mengajarkan untuk berbuat baik dan mencegah atau  melarang  kebatilan  atau amar ma’ruf nahi mungkar dengan cara yang bagus dan bijaksana. Dari hal tersebut muncul sikap sikap , menghormati , mengayomi , mendidik, menjaga persatuan dan kesatuan yang kesemuanya itu diperlukan bagi terjaganya kerukunan umat beragama di Indonesia.

Sebelum acara selesai diadakan acara tanya jawab tentang hal hal yang berkaitan dengan kerukunan hidup beragama , bagaimana cara cara mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat sehinggga bisa didapatkan keputusan yang sejuk tidak ada yang dirugikan , tapi penyelesain yang bijaksana yang menguntungkan kedua belah pihak . (Qy)


Pembukaan Kembali Pengajian dan Khotmil Qur'an KanKemenag Kota Pekalongan

2020-06-29 11:11:02

KaKankemenag Kota Pekalongan Maksum merasa senang dengan dimulainya kembali pengajian dan khotmil Qur’an di Kantor, setelah kira kira 3 bulan kegiatan ini terhenti akibat wabah Covid Sembilan 19. “ Saya senang sekali dengan adanya pengajian ini dan berharap apa yang disampaikan ustad Irawan dapat kita fahami bersama “ Demikian sambutan KaKankemenag kota Pekalongan Maksum mengawali sambutan pada acara Pembukaan Kembali pengajian dan khotmil qur’an di Musholla Al-ikhlas kanKemenag Kota Pekalongan Senin 29 JUni 2020. Pengajian biasanya dilaksanakan hari selasa setelah &nbs ... [Read More]


Sosialisasi Penulisan Ijazah

2020-06-25 11:05:58

Kota Pekalongan,  Mengawali Sambutannya dalam Rapat Koordinasi Juknis Penulisan Blangko Ijazah Madrasah , Selasa 23 Juni 2020 di Aula Kankemenag Kota Pekalongan Kasi Penmad Irwan Abas mengingatkan agar para peserta mengisi isian link yang telah dikirimkan  Kementerian Agama. Karena hasil isian link ini akan dijadikan pijakan bagi kementerian Agama untuk mengambil langkah langkah  berikutnya.  Irwan juga mengingatkan berdasarkan survey TFH melalui SIMPATIKA posisi kota Pekalongan masih menempati peringkat cukup bawah walaupun sudah diopyak opyak, ini menandakan bahwa perhatian terhadap hal tersebut kurang bagus  “Semua itu majadi bahan evaluasi bagi kita semua untuk segera berbenah memperbaiki kekurangan kekurangan yang ada “. Pesan Irwan .  Walaupun sebenarnya para kepala sekolah sudah berusaha keras , tetapi tidak ada salahnya untuk selalu berbenah , tambahnya

Selanjutnya berkaitan dengan penulisan ijazah Irwan mengingatkan “Ijazah adalah dokumen Resmi Negara yang diberikan kepada siswa sebagai bukti kelulusan sekolah, oleh karena itu harus berhati hati dalam penulisan blangko Ijazah” Karena tahun kemarin masih banyak kesalahan terutama madrasah yang jumlah siswanya banyak. Untuk tahun ini bagi madrasah yang jumlah kesalahannya lebih dari lima blangko maka pengambilan blangko penggantinya ke kanwil harus didampingi kepala Madrasahnya. Ini untuk kehati hatian bersama. Karena ini memang dokumen Negara cetaknya dalam jumlah terbatas. Artinya kalo tahun ajaran 2019/2020 dinyatakan selesai maka blangkonya lebihnya dibakar dan untuk tahun 2020/2021 diadakan pengadaan kembali. Jelas Irwan.

Selanjutnya dalam penulisan ijazah harus menggunakan tinta hitam yang kwalitasnya bagus agar tahan lama, tulisannya juga harus bagus jangan asal asalan. Jika terjadi kesalahan dalam penulisan blangko ijazah tidak boleh di coret, ditimpa atau ditipex dan harus diganti dengan blangko ijazah yang baru . tambah Irwan.    

Kegiatan ini  dilaksanakan  selama 3 hari , hari selasa tanggal 23  Juni, kamis  25 Juni dan senin 29 Juni 2020 mengingat masih dalam masa new normal sehingga tiap pertemuan hanya dihadiri 20 sampai dengan 25 orang  dengan tetap memperhatikan protocol covid 19 . Acara dihadiri para kepala Madrasah ( MA. MTS MI ,RA ) se kota Pekalongan.

Pada kesempatan ini   juga di sampaikan blangko ijazah ke masing masing madrasah “Hari ini silahkan diterima blangko ijazahnya dicek jumlahnya dicek juga rusak tidaknya,  kalau ada yang rusak akan segera kami mintakan ke kanwil” ucap Irwan mengakhiri sambutannya  ( Qy )